Sabtu, 31 Desember 2011

NM Award (Just For Fun)





2011 is coming to an end and we want to honor your favorite Member in NM Group of the year! Based on our suggestions on Facebook , we’re finding the best Admins and Member of the year in NM Group. Your suggestions helped us narrow it down to this categories:

-Sahabat Admins Ter-Aktif
-Sahabat Member Ter-aktif
-Sahabat Ter-Inspiratif
-sahabat Ter-Up date
-Sahabat Ter-Rohod
-Sahabat Ter-Eksis
-Sahabat dengan status Ter-mantap
-Sahabat dengan status Ter-laris
-Sahabat Ter-tidak pernah Nongol di timeline NM (Exception)

We VOTE for the star that should represent our final category: Life achievement!

Are you Ready Guys?!!... lets check it out...

==========================================================================================

2011 akan segera berakhir dan kami ingin menghormati Anggota favorit di Grup NM tahun ini! Berdasarkan saran kami di Facebook, kami menemukan Admin dan Anggota terbaik tahun ini di Grup NM. Saran Anda membantu kami mempersempit kategori dibawah ini:

-Sahabat Admin Ter-Aktif:

DoEl Dhemithreeuz Trixiechelementin

-Sahabat Member Ter-aktif:

Heni Link Link

-Sahabat Ter-Inspiratif:

Ifaet Relaxation

-Sahabat Ter-Up date:

Waone Bhotoet Naizer

-Sahabat Ter-Rohod:

Ipunk Tok

-Sahabat-Ter-eksis:

Abrul Aja

-Sahabat dengan Status ter-mantap:

Jamal Malady

-Sahabat dengan Status ter-Laris:

DoEl Dhemithreeuz Trixiechelementin

Exception:
-Sahabat Ter-tidak pernah nongol di timeline NM:

Amin Udin

Kita telah melakukan voting untuk bintang yang harus mewakili kategori terakhir, Live achievement, adalah:

Naili Faiz...terimkasih sudah mau memberikan inspirasi generasi muda.


Best Regard,

ulee-hanum
----------------------------------------------------------------------------------------

NM Award ini cuma untuk sekedar lucu-lucuan aja, selamat untuk para sahabat NM yang TER versi ulee yoi.... semoga kalian bisa terus memberikan masukan yang positif untuk NM dimasa mendatang.
ayo kita bisa...........

Selasa, 13 Desember 2011

Pengen rasannya punya keberanian untuk membuat keputusan pulang kampung hari ini dan menjadi orang yang bisa berpengaruh untuk mengubah desa menjadi lebih baik.........................

Ketika aku masih muda, aku ingin merubah dunia

aku aku dihadapkan “kenyataan” bahwa adalah sulit bagiku untuk dapat merubah dunia,
dan akupun merubah keputusanku, maka aku mencoba untuk merubah negaraku

dan ketika aku dihadapkan “kenyataan” bahwa aku tidak dapat merubah negaraku,
aku mulai merubah fokusku untuk untuk mencoba merubah desaku.
...
aku kemudian akupun kembali merubah keputusanku,
sebagai orang yang sudah lebih dewasa,
aku kembali dihadapkan “kenyataan” bahwa adalah sulit bagiku untuk bisa merubah desaku,

dan untuk sekali lagi, akupun kembali merubah keputusanku untuk mencoba merubah keluargaku.

Dan besok, sebagai orang yang sudah terbaring tak berdaya dan akan segera menutup usia,
aku pun akhirnya menyadari, satu-satunya yang bisa kurubah adalah diriku sendiri,
...
Lalu mendadak aku pun juga segera menyadari bahwa

andaikan sejak dulu aku sudah merubah diriku,

tentunya perubahanku akan membawa dampak yang bisa merubah keluargaku.

Dan perubahan pada diriku dan keluarga,

akan bisa memberikan dampak yang bisa merubah desa,

Maka dampak perubahan tersebut pun akan bisa merubah Negara,

lalu akupun juga menyadari, bahkan mungkin bagiku untuk bisa merubah dunia.


hmmm, kapan yah aku mutusin untuk tinggal tetap di Negarayu, membangun negarayu...walaupun dalam hal yang kecil sekalipun...........

yaAllah beri kami jalan untuk merubah ke arah yang lebih baik.
Setiap orang tentu pernah alami suatu masalah dan bahkan ada yang sampai mengalami stress, sebenarnya Stres dalam kehidupan seseorang merupakan hal yang baik, namun akan menimbulkan masalah bila stres itu berlebihan. Kita bisa mencoba tips berikut ini untuk membantu kita menjalani kehidupan dengan fikiran sehat. Karena dengan berpikir sehat, kita bisa mengatasi stres lebih efektif.

- Berikan tidur yang cukup dan teratur. Waktu istirahat yang cukup dapat memberi kesegaran dan membuat kita lebih energik.

- Lakukan olah raga secara teratur, hilangkan ketegangan dengan melakukan aktivitas-aktivitas positif antara lain berolahraga seperti bermain tenis, jogging, jalan kaki. Atau jika kita gemar dengan berkebun bisa dengannya.

- Cintailah diri anda, maafkan kesalahan anda dan perhatikan kebutuhan anda.

- Belajar dan berlatih relaksasi, seperti menarik napas panjang dan relaksasi otot dengan teratur.

- Pertahankan diet/makan yang seimbang dan teratur.

- Belajarlah untuk menerima apa yang tidak mungkin dapat diubah oleh manusia.

- Kerjakan dan selesaikan masalah anda satu persatu, berikan prioritas didalam menyelesaikannya. Jangan mengharapkan sesuatu dengan berlebihan.

- Cobalah sesuatu yang baru, misalnya makan ditempat yang baru atau mengunjungi tempat-tempat yang bersuasana baru bagi anda.

- Luangkan waktu untuk diri sendiri. Cari waktu dan tempat yang menurut anda bisa mendapatkan ketenangan dan privacy.

- Ungkapkan masalahnya, bicarakan masalah anda dengan teman dekat atau seorang ahli/konselor. Orang lain mungkin bisa melihat masalah anda dari sudut yang berbeda dan dapat menyarankan solusi yang tepat.

- Belajarlah untuk lebih rileks, dengan meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang anda sukai. Karena jika sesuatu dilakukan karena anda sukai, maka hasilnya lebih bagus daripada anda melakukan sesuatu karena terpaksa.

Point yang terakhir, hindari penggunaan drug (obat-obatan terlarang) atau alkohol sebagai alat untuk menghilangkan stres anda, karena keduanya tidak akan menyelesaikan masalah penyebab stres anda melainkan hanya akan menjadi masalah/stres baru bagi anda.
Konsep Waktu dalam Al qur'an (Sigit Bayu Aji)

Tujuan diturunkannya Al Qur’an adalah sebagai penerang (huda) bagi manusia. Al Qur’an menjadi pedoman dalam menapaki setiap langkah dan nafas makhluk. Tidak terkecuali kepada manusia yang menjadi objek Al Qur’an itu sendiri. Maka baik kajian secara fenomenologi ataupun teologi, Al Qur’an yang secara normatif berkedudukan sebagai ‘tuntunan hidup’ menjadi objek kajian utama manusia. Allah telah memerintahlan manusia untuk memperhatikan (memikirkan dan mempelajari) ayat-ayatNya. Ayat (tanda) pada pribadinya mempunyai dua kategori, yakni qauliyah dan kawniyah. Kedua ayat tersebut saling terkait satu sama lain, karena ayat qauliyah yang termanifestasi dalam Al Qur’an menjadi keserasian untuk dapat memahami ayat kawniyah sebagai realitas diluar diri manusia Berkenaan dengan yang qauliyah yakni Al Qur’an sendiri, maka secara tiak langsung adanya penegasan pada manusia untuk memperhatikan dan juga mempelajari Al Qur’an.

Sesuai dengan predikatnya sebagai huda, maka secara hakiki segala aspek kehidupan di dunia termaktub di dalamnya. Dari mulai proses penciptaan, hingga pada saat kehidupan ini berakhir. Setiap peristiwa demi peristiwa, tahap demi tahap kehidupan manusia semuanya diuraikan dalam Al Qur’an. Maka apa sebenarnya yang melatari dibalik berjalannya kehidupan ini?

Salah satu yang tidak pernah terlepas dari proses kehidupan adalah waktu. Waktu yang senantiasa menemani setiap kehidupan manusia. Menjadi menarik pula saat Al Qur’an menjelaskan konsep waktu sebagai sebuah entitas independen. Ia adalah entitas yang mandiri, tidak terpengaruh pada entitas lain. Bahkan pada sampai satu titik pemahaman dimana semua entitas (secara niscaya) terkena hukum kausalitas, maka semua akan bergantung padanya. Setidaknya sebagai pembukaan ini, kita dapat sedikit memahami kedudukan waktu dalam proses kelangsungan kehidupan, segala jenis kehidupan, apapun jenis kehidupan itu.

Dunia ini berjalan dengan keteraturannya, tunduk pada hukum. Sebagai pijakan dasarnya, waktu merupakan entitas yang terlibat dalam berlakunya hukum alam. Alam pada realitasnya adalah maujud, dan maujud itu terbatas. Ia terikat pada ruang dan waktu karena keterbatasannya. Ia akan mengalami perubahan sebelum akhirnya menuju kehancuran. Sehingga salah satu implikasi dari tatanan hukum alam yang berlaku adalah kehancuran atas segala yang maujud.

Konsep waktu menjadi semakin segar ketika tatanan semesta alam bergantung padanya. Ia mempunyai kedudukan yang penting dalam berjalannya aktifitas kehidupan ini. Lalu, bagaimana waktu dalam kacamata Al Qur’an?


Apa yang dimaksud dengan waktu?

Terlepas dari terminologi-terminologi tentang arti kata waktu itu sendiri, sedininya kita mengerti konsep waktu melalui pemaknaan akan penciptaan. Seperti dalam al Qur’an dinyatakan:


Sesungguhnya keadaanNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “jadilah!”, maka terjadilah ia (QS. Yasin:82)


Pernyataan Allah tersebut secara implisit membuat dua bagian yang terpisah antara Dirinya dan makhlukNya. Ketika ia menegaskan akan penciptaan yang tanpa proses di dalamnya, Ia hanya sekadar ingin menunjukkan bahwa Dirinya bukanlah Wujud menjadi dan berwaktu yang mengalami proses, dimana proses tersebut melibatkan waktu sebagai media.

Waktu adalah entitas independent yang juga memengaruhi entitas lain. Jika selama ini entitas dipahami hanya sekedar terkait dengan ruang atau tiga dimensi, maka menganggap waktu sebagai entitas tersendiri sama saja mengandaikan ada dimensi lain yaitu waktu sebagai dimensi keempat. konteks Makhluk, sesuai artinya adalah yang diciptakan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia paling tidak terdapat beberapa arti kata yang mengacu pada waktu. 1) seluruh rangkaian saat. Baik yang telah berlalu, sekarang, ataupun yang akan datang. 2) Saat-saat tertentu untuk menyelesaikan sesuatu. 3) kesempatan, tempo, atau peluang. 4) ketika, atau saat terjadinya sesuatu.

Al-Qur’an juga mengacu beberapa kata untuk menunjukkan makna-makna waktu; 1) Ajal. 2) Dahr. 3) Waqt. 4) ’Ashr. Kesemua itu akan kita bahas dalam makalah ini mengingat keberadaannya yang secara independen selalu hadir.


Ajal

Konsep waktu yag pertama dalam Al Qur’an salah satunya bermakna ajal. Ajal sesuai terminologi berarti penetapan batas waktu. Dalam Al Qur’an, kata ajal mempunyai kecenderungan pada penetapan akan batas sesuatu. Seperti dikatakan dalam Al Qur’an;


Setiap umat mempunyai batas waktu berakhirnya usia. (QS. Yunus:49)


Salah satu yang sering menjadi pembicaraan di sekitar kita adalah tentang ajal manusia. Pada pengertian arti ajal di sini adalah bahwa insan (tunggal) ataupun an nas (jamak) telah mempunyai konsep waktu yang mana telah ditetapkan batas akhir (kehidupannya)nya. Ajal yang merupakan penetapan batas sesuatu, merupakan suatu ketetapan yang tidak dapat diubah. Karena, waktu mempunyai kedudukan pada proses kausalitas. Sehingga apabila penetapan itu berubah, secara tidak langsung akan merusak segala keteraturan alam yang telah tunduk pada hukum kausalitas. Seperti dalam Al Qur’an ang menyatakan apabila ajal seseorang telah datang, maka ia tidak dapat memajukan atau memundurkannya.

Kata ajal memberi kesan bahwa segala sesuatu ada batas waktu berakhirnya, sehingga tidak ada yang langgeng dan abadi kecuali Allah


Dahr

Konsep waktu yang kedua dalam Al Qur’an mengacu pada makna dahr. Kata ini dalam Al Qur’an banyak berada pada penjelasan mengenai bentangan waktu yang dilalui dunia dalam kehidupan. Dimulai dari penciptaan alam semesta hingga datangnya hari kiamat. Seperti dalam Al Qur’an dikatakan;


Dan mereka berkata, “kehidupan ini tidak lain saat kita berada di dunia, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan (mematikan) kita kecuali dahr (perjalanan yang dilalui oleh alam) (QS. Al Jatsiyah:24)

Masyarakat arab jahiliyah pada masa pra-islam juga kerap menggubah sya’ir-sya’ir yang di dalamnya menggambarkan dahr sebagai penguasa tiran, ataupun binatang buas yang menggigit dengan giginya yang tajam. Bahasa metafora yang mereka pergunakan secara tidak langsung menggambarkan bagaimana kehidupan mereka akan ditelan dahr. Penguasa tiran yang identik dengan merampas harta berharga, begitu juga binatang buas yang identik dengan memangsa saat kapanpun dan dimanapun.

Berdasarkan ayat dan contoh bahasa-bahasa metafora di atas tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kata dahr mengacu pada konsep waktu pada bentangan kehidupan di dunia. Manusia adalah bagian dari dan hidup di bentangan kehidupan di dunia. Sehingga perjalanan dahr itu akan melenyapkan mereka semua. Segala sesuatu yang ada (hidup), keberadaannya menjadikan ia terikat pada dahr Lebih jauh, bahwa makna dahr dari beberapa kata yang mewakili konsep waktu dalam Al Qur’an memiliki cakupan yang universal, karena antara dimulainya kehidupan dan akhir dari kehidupan di dunia ini merupakan rahasia Allah yang tidak satupun maklukNya mengetahui.


Waqt

Kata ini kerap akrab di telinga kita saat menunjukkan kondisi-kondisi tertentu atau menunjukkan terjadinya suatu peristiwa. Menurut Quraish Syihab, dalam bukunya yang berjudul Wawasan Al Qur’an, ia berpendapat bahwa makna ini mempunyai arti batas akhir kesempatan atau peluang untuk menyelesaikan suatu peristiwa. Ia mengacu pada Ayat:


Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban kepada orang-orang mukmin yang telah ditentukan waktunya (mawquta) (QS. An Nisa:103)


Bagi saya, ketika Pak Quraish memberikan arti berdasarkan ayat tersebut maka benarlah adanya. Namun kata waqt dalam Al Qur’an juga mempunyai arti yang lebih luas. Sebagaimana disesuaikan dengan konotasi kata tersebut pada ayat-ayat yang lainnya. Konsep waktu yang ketiga ini, sebagaimana kata waktu dalam bahasa Indonesia. Maka arti waqt mempunyai arti yang sama dengan kata waktu. Ia juga berarti ketika, atau saat terjadinya sesuatu. Banyak ayat yang menyebutkan waqt hanya sekedar menunjukkan “ketika”, ataupun untuk menunjukkan saat terjadinya sesuatu.


‘Ashr

Adapun makna terakhir yang mewakili konsep waktu dalam Al Qur’an adalah ‘ashr. ‘Ashr sesuai dengan konotasinya mendapat arti sebagai masa secara mutlak. Berdasarkan maknanya yang berarti ‘perasan’, maka ‘ashr merupakan suatu bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Makna perasan, yang berarti hasil dari sesuatu yang diperas, mengasumsikan fungsi waktu yang menghasilkan. Menghasilkan di sini tidak berarti mempergunakan waktunya demi meraih pesona dunia, namun bagaimana dengan ‘ashr manusia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Bekerja keras di sini tidak sekadar dipahami sebagai sebuah aktifitas dengan intensitas tinggi, melainkan lebih pada penekanan kualitas. Begitu juga dengan kebutuhan yang tidak sekedar bersifat fisik, namun mencakup juga dalam masalah spiritual. Hal ini tidak bersifat temporal, yang bisa dilakukan kapan saja sepanjang masa. Artinya, dalam makna ‘ashr adalah saat-saat yang dialami oleh manusia yang harus diisi dengan bekerja keras.


Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.... (QS.Al ‘Ashr: 1-4)


Ayat ini mengindikasikan akan orang yang menyia-nyiakan dahrnya dari memenuhi kebutuhan spiritualnya. Ayat ini kemudian dibandingkan dengan ayat berikutnya yang memunculkan orang-orang yang beriman sebagai sebuah gambaran akan kualitas usaha akan keimanan mereka.




Relativitas waktu.

Dimensi kehidupan yang ada sejak adanya penciptaan ternyata memiliki tingkat intensi yang berbeda dalam waktu dan ruang. Hal ini dibuktikan bahwa di luardunia fisik yang sekarang kita diami memiliki relativitas waktu yang berbeda. Banyak ayat dalam Al Qur’an yang telah menjelaskan bertapa ada dimensi-dimensi dunia yang berbeda dengan dunia fisik ini. Seperti alam barzakh, alam malakut (alam malaikat-malaikat yang semuanya terjadi kerelativiisan waktu satu sama lain.

Jika kita mengingat tentang kisah ashabul kahfi, setidaknya dapat menjawab sedikit keraguan yang masih menolak akan adanya alam lain, terutama bagi orang yang tidak percaya akan hari akhir.


Dalam surat Al Kahfi dijelaskan:

Dan berkata salah seorang diantara mereka, “berapa tehunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” mereka menjawab, “kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari...” (QS. Al Kahfi:19)


Seperti telah kita ketahui bahwa ashabul kahfi telah berada dalam gua kurang lebih 309 tahun, tetapai mereka hanya merasa bahwa mereka berada dalam gua hanya sehari bahkan kurang. begitu juga ketika Allah menerangkan tentang Alam lain yang mempunyai waktu yang berbeda.

Dia megatur urusan dari labngit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu menurut perhitunganmu (QS. As Sajadah:5)


Ini berarti bahwa sistem gerak yang dilakukan oleh satu pelaku mengakibatkan perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan suatu hal, apapun hal itu.


Tujuan penciptaan waktu

Keberadaan eksisnya waktu adalah salah satu implikasi akan terwujudnya semesta alam ini. Semesta alam ini merupakan anugrah yang diberikan Allah (yang dalam Al Qur’an) ditujukan pada manusia agar dapat dieksplor, tentunya dengan tidak membuat kerusakan di muka bumi ini.

Maka tidak pelak lagi bahwa terciptanya waktu adalah karena penciptaan manusia. Maka seperti yang termaktub dalam Al Qur’an tentang penciptaan manusia.


Aku tidak ciptakan Jin dan Manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku (QS.Ad Dzariyat:56)


Tujuan penciptaan waktu secara implisit setidaknya telah dijelaskan dalam ayat ini. Manusia dan jin diciptakan tidak lain kecuali hanya unutk menghamba kepadaNya. Lalu ada apa dengan penciptaan dunia ini sebagai interdipendensi. Terciptaanya alam semesta ini merupakan menjadi suatu keberadaan yang juga harus menjadi media dalam proses penghambaan makhluk. Seperti misalnya amanat khalifah yang diemban di bumi, mengeksplor kekayaan yang ada di bumi, dan masih banyak yang lainnya.

Sementara Allah juga menegaskan bagi siapa saja yang melakukan penyia-nyiaan waktu saat ia hidup. Allah telah besumpah demi waktu sehingga orang yang lalai akan waktunya disebut sebagai orang yang merugi.


Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.... (QS.Al ‘Ashr: 1-4)


Hal ini mengindikasikan pada kita akan tanggung jawab manusia pada waktu yang telah ia gunakan. Karena Allah juga telah menegaskan bahwa manusia akan bertanggung jawab akan segala sesuatu dalam setiap urusannya. Maka dari itu kiranya kita dapat mengambil ibrah dari balik adanya penciptaan waktu dalam kehidupan ini.

Reference:

· Shihab, Quraish. 1992. “Membumikan” al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan.

· Shihab, Quraish. 1996. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

· Izutsu, Toshihiko.2003. Relasi Tuhan dan Manusia, kajian semantik terhadap Al Qur’an. Jogjakarta: Tiara Wacana
Saat dompet hilang, apa yang kita lakukan? Mungkin hanya bisa pasrah dan segera mengurus kembali surat-surat, kartu, dan dokumen yang hilang. Berharap dompet kembali, sudah pasti harapannya tipis. Eit, jangan putus asa dulu. Trik ini mungkin bisa membantu.

Hasil sebuah penelitian di Edinburg, Texas, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa dompet hilang yang dikembalikan oleh penemunya justru bukan karena moral, melainkan erat kaitannya dengan evolusi.

Untuk mengetahui hal itu, pakar psikologi, Richard Wiseman dan timnya mencoba menyebarkan ratusan dompet yang diletakkan di jalanan sekitar Edinburgh dengan memberikan foto yang berbeda-beda di dalam dompet tersebut, di antaranya foto bayi, keluarga bahagia, sepasang kekasih, dan binatang peliharaan. Beberapa dompet dibiarkan tanpa foto, namun disertakan bukti kartu sumbangan.

Hasilnya, 9 dari 10 dompet yang berisi foto bayi dikembalikan oleh penemunya, sebaliknya hanya 1 dari 7 dompet yang tak ada fotonya yang dikembalikan. Menurut Dr Wiseman, hasil penelitian ini menunjukkan adanya keinginan orang untuk melestarikan generasi muda. Kode genetik menyangkut perasaan empati tak hanya terbatas pada anak sendiri, tapi pada semua anak.

Jadi, bila ingin dompet yang hilang kembali, simpan saja foto anak, keponakan atau foto Anda semasa kanak-kanak di dalam dompet. Eh, tapi penelitian ini berlaku untuk masyarakat kita enggak, ya?

wallahu a'lam